“Jadi Jurnalis..Mau…??”
Gelaran pelatihan jurnalis oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Pengda Lampung kembali diadakan pada hari sabtu (01/11/2014). Kali ini pesertanya bukan para pelajar sma/smk seperti pelatihan sebelumnya, melainkan para mahasiswa yang belajar di Institut Agama Islam Negri (IAIN) Raden intan, Bandar Lampung. Pelatihan digelar di ruang belajar, gedung dakwah, E.
Pelatihan jurnalis itu diikuti oleh 50 mahasiswa-mahasiswi jurusan dakwah dan komunikasi di Institut Islam yang terletak di Sukarame, Bandar Lampung itu. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, dan pembacaan Al-quran. Acara berikutnya yakni sambutan dari pihak IAIN Bandar Lampung dan perwakilan IJTI Penda Lampung.
Dalam sambutanya, seketaris IJTI Pengda Lampung, Sugiyanto mengatakan pelatihan di IAIN Bandar Lampung ini merupakan rangkaian kegiatan pelatihan jurnalis tingkat pelajar SMA-SMK-Mahasiswa yang ke-3 kalinya dalam waktu sebulan terakhir dalam rangka memeriahkan HUT ke 2 IJTI Pengda Lampung. Pelatihan jurnalis ke sekolah dan perguruan tinggi bertujuan untuk mengenalkan dunia broadcast televisi sejak dini, sejak mulai di sekolah. Tema yang diangkat pada pelatihan ini yakni “menjadi jurnalis televisi..Mau..??”
Sugiyanto mengatakan jurnalis merupakan profesi mulia dan menjanjikan. Kendati saat ini image jurnalis kurang baik akibat ulah oknum jurnalis yang menyalah gunakan profesinya, namun secara tidak langsung dunia jurnalis berkembang pesat. Terbukti perusahaan media bermunculan dan menjamur saat ini. Hal tersebut tentunya seiring dengan kebutuhan sdm yakni jurnalis. Untuk profesi jurnalis ini dipastikan juga akan menjadi idola mengingat menjamurnya perusahaan media saat ini dan terlebih kebutuhan jurnalis itu akan terus meningkat saat era digital mendatang,ucap Sugi yang keseharianuya bertugas sebagai jurnalis di Transtv sambil tutup sumbuatanya didepan mahasiswa.
Sementara itu, Dekan 1 dari fakultas dakwan dan komunikasi, Prof.Dr.H.Achlemi HS.MA mengaku sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan jurnalis ini.Teori kejurnalistikan bisa mnejadi dasar ilmu fakultas dakwah dan komunikasi. Setiap tahun IAIN Bandar Lampung prioritaskan pelatihan pelatihan teoritis dan praktektis, ucapnya. Pelatihan peningkatan skill dan ketranpilan mahasiswa. Profesor Achlemi berharap lulusan fakultas dakwah tidak  menjadi sarjana bingung karena tidak miliki ketrampilan. Pelatihan ini bisa menjadi penguatan kompetensi untuk meningkatan kwalitas dan kwantitas masing masing individu mahasiswa.
Untuk menujang peningkatan ketrampilan mahasiswa, Pihak IAIN Bandar Lampung juga Kerjamasa dengan sejumlah media cetak, radio, televisi dan hasilnya lebih baik kwalitas mahasiswa. Sebagian lulusan fakultas dakwah sudah ada yeng berkerja di sejumlah perushaan media televisi di Lampung, Jakarta dan media cetak di tanah tapis berseri ini. Pelatihan jurnalis oleh IJTI Lampung ini sangat berguna karena di fakultas dakwah dan komunikasi juga ada mata kuliah jurnalistik, ungkap profesor.
Usai sambutan, pelatihan kemudian dimulai. Pelatihan diawali dengan pengenalan IJTI Lampung, oleh ketua IJTI Lampung, Ferbriyanto Ponahan. Sementara itu Jefri Ardi, kabid organisasi IJTI Pengda Lampung dan Imam Setiawan, yang keseharinya sebagai jurnalis Metrotv wilayah Lampung bertugas sebagai pemateri dalam pelatihan itu.
Pelatihan jurnalis televisi ini, mahasiswa diajarkan dan dikenalkan dengan dunia broadcast televisi. semua peserta dilibatkan dalam platihan itu, karena pelatihan tidak hanya teori saja melainkan diikutkan denga pelatihan praktek. Pelatihan difokuskan pengenalan redaksi, studio, kamera, tekhnik pengambilan gambar video dengan benar, pembuatan dan sampai produksi sebuah berita televisi untuk siap disiarkan.

Dalam pelatihan ini, para mahasiswa dibagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing beranngotakan 10 peserta. Setiap kelompok, pesertanya punya tugas yangh bereda beda layaknya sebauh strukur di redaksi, mulai yang bertugas sebagai kamerawan, reporter, editor, dubbing,presenter, korlip, produser dan pimred. Berita yang sudah dikumpulkan oleh kolaborasi reporter-kameramen, hasilnya kemudian diserahkan ke editor dan dubber. Produksi berita dilanjutkan koreksi oleh korlip dan produser. Pimred disdini bertugas yang bertanngung jawab atas kerja anak-anak buahnya yang dibatasi dengan waktu. Setelah selesai produksi, hasil berita yang dibuat kemudian ditayangkan didepan peserta pelatihan dan panitia.dari hasil siaranya, 5 peliputan yang dibuat masing masing kelompok sudah layak menjadi sebuah berita televisi yang baik. (aka)

Befo, Bandar Lampung – Anggota IJTI Lampung, Ferry Noviyanto, (kanan) sedang memberi materi cara membuat naskah berita televisi kepada sejumlah Mahasiswa IAIN Lampung, Sabtu (01/11/14). (aka)
Befo, Bandar Lampung – Anggota IJTI Lampung, Aris Indosiar, (tengah) sedang memberi materi tentang bagaimana cara mengumpulan informasi dan membuat berita televisi, kepada sejumlah Mahasiswa IAIN Lampung, Sabtu (01/11/14). (aka)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Indomaret Kalianda Dirampok, 35 Juta Raib
Befo, Lampung Selatan – Sekawanan Perampok bersenjata, berhasil menggasak uang tunai puluhan juta…
Kherlani Serahkan Jabatan ke Zainudin – Nanang
Penjabat (Pj) Bupati Lampung Selatan H. Kherlani, SE, MM menyerahkan memori jabatan…
TKW Disiksa, Butuh Uluran Tangan
Befo, Lampung Selatan – Kondisi Rosita (40) Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang…