Aqiqah dan Tradisi Ngegabokh

 

BeFo, Lampung Selatan – Puluhan warga desa Pauh Tanjung Iman, Kalianda, Lampung Selatan ini berusaha mendapatkan koin “ngegabokh” (dalam bahasa Lampung) atau uang saweran (bahasa Indonesia) Minggu (7/9/14). Tradisi “ngegabokh” ini masih terus dilakukan oleh warga pesisir Lampung Selatan saat mengaqiqah anak-anak mereka. Tradisi turun termurun ini menggambarkan pembagian sedekah atau kegembiraan kepada warga sekitar.
BeFo, Lampung Selatan – Sejumlah warga desa Pauh Tanjung Iman, Kalianda, Lampung Selatan berebut untuk mendapatkan koin, kemiri dan permen, dalam tradisi “ngegabokh” (dalam bahasa Lampung) atau uang saweran (bahasa Indonesia) Minggu (7/9/14). Tradisi “ngegabokh” ini masih terus dilakukan oleh warga pesisir Lampung Selatan saat mengaqiqah anak-anak mereka. Tradisi turun termurun ini menggambarkan pembagian sedekah atau kegembiraan kepada warga sekitar.
BeFo, Lampung Selatan – Seorang ibu berusaha melempar koin, kemiri dan permen kearah kerumunan warga dalam tradisi “ngegabokh” (dalam bahasa Lampung) atau uang saweran (bahasa Indonesia) Minggu (7/9/14). Tradisi “ngegabokh” ini masih terus dilakukan oleh warga pesisir Lampung Selatan saat mengaqiqah anak-anak mereka. Tradisi turun termurun ini menggambarkan pembagian sedekah atau kegembiraan kepada warga sekitar.

 

 

BeFo, Lampung Selatan – Masih dalam rangkaian ritual Aqiqah, usai melaksanakan tradisi ngegabokh di desa Pauh Tanjung Iman, Kalianda, acara dilanjutkan dengan membacakan kitab Barzanzi dan Shawalat nabi kepada sang bayi yang digendong mengitari jamaah aqiqah. Ritual Aqiqah ini tidak lengkap tanpa kehadiran Kembang Telur (telur yang dihias dengan uang lembaran Rp. 5.000,- yang ditancapkan dibatang pohon pisang.

 

 

BeFo, Lampung Selatan – Masih dalam rangkaian ritual Aqiqah, usai melaksanakan tradisi ngegabokh di desa Pauh Tanjung Iman, Kalianda, acara dilanjutkan dengan membacakan kitab Barzanzi dan Shawalat nabi kepada sang bayi yang digendong mengitari jamaah aqiqah. Selain membawa bayi yang di aqiqah, rombongan kecil ini juga membawa lilin dibarisan depan, dan membawa gunting rambut serta kembang telur dibarisan belakang.

 

BeFo, Lampung Selatan – Acara puncak pada ritual aqiqah ini adalah memotong rambut sang bayi secara bergiliran oleh jamaah aqiqah. Nantinya rambut bayi yang dipotong akan ditimbang dengan seharga emas yang kemudian disedekahkan.

 

BeFo, Lampung Selatan – Kembang telur, tetap menjadi idola bagi anak-anak yang hadir dalam acara aqiqah. Mereka berebut untuk mendapatkan kembang telur yang ditancap dibatang pisang kecil yang sudah dihias.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Plt. Bupati Lampung Selatan Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-90 Tahun 2018
Zainudin Tutup Lamsel Fair 2017
KALIANDA – Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan (berkopiah) menyerahkan sepeda motor kepada…
Lomba Burung Merpati Raih Simpati
Befo, Lampung Selatan – Perlombaan Burung Merpati balap yang digelar di lapangan…